Kisah
ini berawal dari sebuah persahabatan enam orang gadis dari karakter, keluarga
serta daerah yang berbeda. Tiga tahun yang lalu mereka berenam secara tidak
sengaja bertemu di bangku kuliah. Mereka berenam memproklamirkan diri mereka
sebagai sebuah genk cewek berkerudung yang badung. Genk tersebut mereka beri
nama “bolank”, entah dari mana asal usul
nama itu tiba-tiba saja tercetus dalam pikiran mereka. Mungkin nama itu datang
dari kebiasaan mereka sebagai mahasiswa baru yang hobi jalan-jalan tapi tak mau
mengeluarkan uang sepeser pun, namanya juga jalan-jalan pasti “on foot” dong tanpa
kendaraan tentunya, jalan-jalan versi bolank ini adalah jalan dari kampus ke mall
dekat kampus atau ke tempat-tempat yang ingin mereka kunjungi hanya dengan ” on
foot”.
Hari
demi hari mereka lalui bersama, kampus pun menjadi rumah kedua bagi mereka. Tak
terasa mereka sudah melangkah bersama-sama selama empat semester. Dua tahun
berlalu, dua tahun penuh kenangan yang telah mereka ukir dihati mereka. Tentu
saja tak selamanya langit akan cerah, laut akan tenang, dan matahari
memancarkan sinar hangatnya. Angin puyuh itu perlahan tapi pasti menghantam
persahabatan mereka mulanya hanya angin puyuh yang menerjang mereka berenam
masih mampu menghalaunya dengan saling bergandengaan tangan. Namun angin puyuh
itupun semakin hari semakin menjadi dia telah menjelma menjaadi badai yang siap
menggoncang persahabatan mereka berenam. Badai itu menerjang pada awal semester
enam bermula dari sebuah kesalahpahaman. Sehinga salah seorang anggota
perlahan-lahan menjauhkan diri dari kelima sahabatnya yang lain, keadaan pun
semakin tak mendukung karena mata kuliah yang mereka berenam ambil tak lagi
sama akibatnya mereka berlima pun jarang bersama dengan seorang sahabatnya itu.
Semakin
hari mereka berenam tak pernah terlihat bersama lagi. Seiring dengan pemikiran
yang semakin dewasa mereka menyadari bahwa apa yang mereka lalukan itu konyol,
mereka masih terbawa sifat kekanakan dan kini mereka sadar persahabatan mereka
tengah di uji dengan ujian kecil saja senua sudah berantakan bagaimana kalau
ujiannya besar. Akhirnya satu sama lain saling meminta maaf dan memafkan, tak
ada manusia yang sempurna di dunia yang fana ini semua pasti pernah berbuat
kesalahan. Saat kebersamaan mereka pun tinggal menghitung hari seiring
berlalunya waktu tak terasa sebulan lagi mereka akan LULUS dan artinya mereka
harus berpisah. Mereka tidak akan lagi menyia-nyiakan kebersamaan mereka yang
semakin sempit ini. Mereka akan berusaha sebaik mungkin menjaga persahabatan
mereka ini, karena semua ini tak ternilai harganya.
Suatu
saat nanti ketika masing-masing dari mereka telah meraih impian masing-masing
mereka takkan pernah melupakan kenangan masa kuliah mereka, saat persahabatan
mereka tumbuh, saat persahabatan mereka mulai goyah, dan akhirnya mereka
bersatu kembali. Mereka akan menceritakan semua kenangan itu pada anak mereka,
agar anak mereka tau arti persahabatan yang sesungguhnya.
SELAMAT
JALAN SAHABAT MARI KITA RAIH IMPIAN KITA, KITA SIMPAN SEMUA KENANGAN INDAH SAAT
BERSAMA, DAN MARI KITA GENGGAM DUNIA DI TANGAN KITA.



.jpg)
.jpg)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar