Minggu, 23 Juni 2013

B.O.L.A.N.K












Kisah ini berawal dari sebuah persahabatan enam orang gadis dari karakter, keluarga serta daerah yang berbeda. Tiga tahun yang lalu mereka berenam secara tidak sengaja bertemu di bangku kuliah. Mereka berenam memproklamirkan diri mereka sebagai sebuah genk cewek berkerudung yang badung. Genk tersebut mereka beri nama “bolank”, entah dari  mana asal usul nama itu tiba-tiba saja tercetus dalam pikiran mereka. Mungkin nama itu datang dari kebiasaan mereka sebagai mahasiswa baru yang hobi jalan-jalan tapi tak mau mengeluarkan uang sepeser pun, namanya juga jalan-jalan pasti “on foot” dong tanpa kendaraan tentunya, jalan-jalan versi bolank ini adalah jalan dari kampus ke mall dekat kampus atau ke tempat-tempat yang ingin mereka kunjungi hanya dengan ” on foot”.

Hari demi hari mereka lalui bersama, kampus pun menjadi rumah kedua bagi mereka. Tak terasa mereka sudah melangkah bersama-sama selama empat semester. Dua tahun berlalu, dua tahun penuh kenangan yang telah mereka ukir dihati mereka. Tentu saja tak selamanya langit akan cerah, laut akan tenang, dan matahari memancarkan sinar hangatnya. Angin puyuh itu perlahan tapi pasti menghantam persahabatan mereka mulanya hanya angin puyuh yang menerjang mereka berenam masih mampu menghalaunya dengan saling bergandengaan tangan. Namun angin puyuh itupun semakin hari semakin menjadi dia telah menjelma menjaadi badai yang siap menggoncang persahabatan mereka berenam. Badai itu menerjang pada awal semester enam bermula dari sebuah kesalahpahaman. Sehinga salah seorang anggota perlahan-lahan menjauhkan diri dari kelima sahabatnya yang lain, keadaan pun semakin tak mendukung karena mata kuliah yang mereka berenam ambil tak lagi sama akibatnya mereka berlima pun jarang bersama dengan seorang sahabatnya itu.

Semakin hari mereka berenam tak pernah terlihat bersama lagi. Seiring dengan pemikiran yang semakin dewasa mereka menyadari bahwa apa yang mereka lalukan itu konyol, mereka masih terbawa sifat kekanakan dan kini mereka sadar persahabatan mereka tengah di uji dengan ujian kecil saja senua sudah berantakan bagaimana kalau ujiannya besar. Akhirnya satu sama lain saling meminta maaf dan memafkan, tak ada manusia yang sempurna di dunia yang fana ini semua pasti pernah berbuat kesalahan. Saat kebersamaan mereka pun tinggal menghitung hari seiring berlalunya waktu tak terasa sebulan lagi mereka akan LULUS dan artinya mereka harus berpisah. Mereka tidak akan lagi menyia-nyiakan kebersamaan mereka yang semakin sempit ini. Mereka akan berusaha sebaik mungkin menjaga persahabatan mereka ini, karena semua ini tak ternilai harganya.

Suatu saat nanti ketika masing-masing dari mereka telah meraih impian masing-masing mereka takkan pernah melupakan kenangan masa kuliah mereka, saat persahabatan mereka tumbuh, saat persahabatan mereka mulai goyah, dan akhirnya mereka bersatu kembali. Mereka akan menceritakan semua kenangan itu pada anak mereka, agar anak mereka tau arti persahabatan yang sesungguhnya.

SELAMAT JALAN SAHABAT MARI KITA RAIH IMPIAN KITA, KITA SIMPAN SEMUA KENANGAN INDAH SAAT BERSAMA, DAN MARI KITA GENGGAM DUNIA DI TANGAN KITA.