Dalam
teori himpunan klasik yang dikembangkan oleh George Cantor (1845-1918),
himpunan didefinisikan sebagai suatu koleksi obyek-obyek yang terdefinisi
secara tegas apakah suatu obyek adalah anggota himpunan atau tidak. Dengan
perkataan lain, terdapat batas tegas antara unsur-unsur yang merupakan anggota
dan unsur-unsur yang bukan merupakan anggota dari suatu himpunan, tetapi dalam
kenyataannya tidak semua himpunan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari
terdefinisi secara jelas atau tegas.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut pada
tahun 1965 seorang ilmuwan berkebangsaan Iran Lotfi A. Zadeh memperkenalkan
sebuah himpunan yang dapat menyelesaikan permasalahan yang tidak bisa
diselesaikan dengan himpunan klasik yaitu himpunan fuzzy. Jika pada himpunan
klasik kumpulan orang cantik itu bukan himpunan karena kecantikan setiap orang
itu relativ, namun pada himpunan fuzzy kumpulan orang cantik merupakan suatu
himpunan.
Fuzzy secara bahasa dapat diartikan
sebagai “kabur” atau “samar-samar”. Himpunan fuzzy adalah himpunan yang
keanggotaannya memiliki nilai kekaburan/kesamaran antara salah dan benar.
mendefinisikan suatu himpunan fuzzy 𝐴 dalam semesta pembicaraan
𝑋={𝑥1,
𝑥2,…,𝑥𝑛}
sebagai fungsi 𝜇: 𝑋→[0,1], yang mana 𝜇(𝑥)
mempresentasikan derajat keanggotaan 𝑥𝑖,𝑖=1,2,…,𝑛.
Artinya, 𝑥 bukan anggota himpunan fuzzy 𝐴
jika 𝜇𝐴(𝑥)=0;
𝑥
adalah anggota penuh himpunan fuzzy 𝐴 jika 𝜇𝐴(𝑥)=1;
dan 𝑥
adalah anggota himpunan fuzzy 𝐴 dengan derajat
keanggotaan sebesar 𝜇 jika 𝜇𝐴(𝑥)
=𝜇,
yang mana 0<𝜇<1. Dengan kata lain, suatu himpunan fuzzy 𝐴
dapat didefinisikan secara umum sebagai himpunan pasangan berurutan
𝐴={
𝑥1,𝜇𝐴(𝑥1)
, 𝑥2,𝜇𝐴(𝑥2)
,…, 𝑥𝑛,𝜇𝐴(𝑥𝑛)
}.
bagi teman teman yang masih penasaran silakan download ebook dibawah ini...
TimothyJRoss.pdf
KlirYuan.pdf
H.-J.Zimmermann_21.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar