Sabtu, 23 November 2013

curhat-season2

untuk kesekian kalinya....
bukannya q ingin selalu mengeluh, meratap, q hanya ingin menangis saat ini bukan untuk menyesali keadaan atau tidak bersyukur atas nikmat yang Engkau berikan padaq sampai saat ini...
q hanya ingin menangis, meluapkan segala keresahan di hatiq saat ini,
maafkan q yang selalu mengeluh, cengeng dan selalu menangis,,
q mohon lapangkanlah hatiq ya Robb, agar bisa menjalani kehidupan nyata ini tanpa bayak mengeluh, tanpa banyak menangis,
sekali lagi maafkan q yang selalu menangis,
q tahu tak ada seorangpun didunia ini yang sukses dalam kehidupannya tanpa berjuang mewujudkan impiannya, semua pasti pernah melalui proses, melewati jalan terjal berliku, bahkan tak jarang mereka terjerembab ke jurang,,
namun mereka dapat bangkit dan tetap berusaha mewujudkan keinginannnya,,
q hanya ingin ada seseorang yang menguatkan hatiq, agar q tetap menjadi orang yang kuat, walau dihempas badai kehidupan yang dahsyat q tetap bisa berdiri walau terkadang q jatuh namun tetap bisa bangkit lagi,,,
maafkan q yang selalu menangis dan selalu mengeluh..

Kamis, 07 November 2013

curhat -season1-

entah kemana lagi q harus bercerita, mengungkapkan isi hatiku ini, q bingung, kalut, tapi q tak ingin seua orang tahu kekalutan yang kuhadapi saat ini. mungkin hanya disini q mampu mencurahkan seluruh isi hatiq tanpa ada seorangpun yang tahu,,,
kala hati gundah gulana seperti ini ingin q berlari, menyepi ketempat yang jauh dari keramaian berteriak serta menangis sepuasnya agar hilang segala sesak didada, walau beban hidup takkan pernah hilang begitu saja, tanpa q berbuat apapun untuk menyelesaikannya.

saat seperti ini bayangan memori masa lalu beberapa tahun silam muncul kembali bagai slide film yang silih berganti, ingin rasanya q kembali ke masa itu saat hidupq masih tenang tanpa memikirkan beban hidup yang kian menghimpit seperti saat ini. namun masa lalu memang hanya kenangan dan waktu tak dapat diputar kembali. LIFE SHOW MUST GO ON. itulah kata orang orang yang selama ini q dengar. dan q disini ingin menumpahkan segala sesak di dada, agar q sedikit lega, dan dapat mengarungi samudra kehidupan yang penuh dengan rintangan ini.


Minggu, 23 Juni 2013

B.O.L.A.N.K












Kisah ini berawal dari sebuah persahabatan enam orang gadis dari karakter, keluarga serta daerah yang berbeda. Tiga tahun yang lalu mereka berenam secara tidak sengaja bertemu di bangku kuliah. Mereka berenam memproklamirkan diri mereka sebagai sebuah genk cewek berkerudung yang badung. Genk tersebut mereka beri nama “bolank”, entah dari  mana asal usul nama itu tiba-tiba saja tercetus dalam pikiran mereka. Mungkin nama itu datang dari kebiasaan mereka sebagai mahasiswa baru yang hobi jalan-jalan tapi tak mau mengeluarkan uang sepeser pun, namanya juga jalan-jalan pasti “on foot” dong tanpa kendaraan tentunya, jalan-jalan versi bolank ini adalah jalan dari kampus ke mall dekat kampus atau ke tempat-tempat yang ingin mereka kunjungi hanya dengan ” on foot”.

Hari demi hari mereka lalui bersama, kampus pun menjadi rumah kedua bagi mereka. Tak terasa mereka sudah melangkah bersama-sama selama empat semester. Dua tahun berlalu, dua tahun penuh kenangan yang telah mereka ukir dihati mereka. Tentu saja tak selamanya langit akan cerah, laut akan tenang, dan matahari memancarkan sinar hangatnya. Angin puyuh itu perlahan tapi pasti menghantam persahabatan mereka mulanya hanya angin puyuh yang menerjang mereka berenam masih mampu menghalaunya dengan saling bergandengaan tangan. Namun angin puyuh itupun semakin hari semakin menjadi dia telah menjelma menjaadi badai yang siap menggoncang persahabatan mereka berenam. Badai itu menerjang pada awal semester enam bermula dari sebuah kesalahpahaman. Sehinga salah seorang anggota perlahan-lahan menjauhkan diri dari kelima sahabatnya yang lain, keadaan pun semakin tak mendukung karena mata kuliah yang mereka berenam ambil tak lagi sama akibatnya mereka berlima pun jarang bersama dengan seorang sahabatnya itu.

Semakin hari mereka berenam tak pernah terlihat bersama lagi. Seiring dengan pemikiran yang semakin dewasa mereka menyadari bahwa apa yang mereka lalukan itu konyol, mereka masih terbawa sifat kekanakan dan kini mereka sadar persahabatan mereka tengah di uji dengan ujian kecil saja senua sudah berantakan bagaimana kalau ujiannya besar. Akhirnya satu sama lain saling meminta maaf dan memafkan, tak ada manusia yang sempurna di dunia yang fana ini semua pasti pernah berbuat kesalahan. Saat kebersamaan mereka pun tinggal menghitung hari seiring berlalunya waktu tak terasa sebulan lagi mereka akan LULUS dan artinya mereka harus berpisah. Mereka tidak akan lagi menyia-nyiakan kebersamaan mereka yang semakin sempit ini. Mereka akan berusaha sebaik mungkin menjaga persahabatan mereka ini, karena semua ini tak ternilai harganya.

Suatu saat nanti ketika masing-masing dari mereka telah meraih impian masing-masing mereka takkan pernah melupakan kenangan masa kuliah mereka, saat persahabatan mereka tumbuh, saat persahabatan mereka mulai goyah, dan akhirnya mereka bersatu kembali. Mereka akan menceritakan semua kenangan itu pada anak mereka, agar anak mereka tau arti persahabatan yang sesungguhnya.

SELAMAT JALAN SAHABAT MARI KITA RAIH IMPIAN KITA, KITA SIMPAN SEMUA KENANGAN INDAH SAAT BERSAMA, DAN MARI KITA GENGGAM DUNIA DI TANGAN KITA.

Minggu, 06 Januari 2013

memory















kata orang masa lalu adalah "kenangan"
masa kini adalah "kewajiban"
masa depan adalah "harapan"
ketika masa lalu itu cukup pahit
kenangan akan kesan kesan saat itupun
akan tetap tersemat dihati
mejadikan diri semakin kuat dan tegar
tertempa berbagai kepahitan yang mungkin cukup menyakitkan
namun semua kepahitan itu akan menjadi indah saat menghadapinya dengan senyum tulus
tulus dari hati yang paling dalam
dan yang kemudian terjadi....
#blammmm....
semua kepahitan sedikit demi sedikit tergerus
oleh tulus dan ikhlasnya hati...
rasa syukur tak terkira menenangkankan jiwa
menjadikan kebahagiaan lebih indah
indah pada waktunya.....

Jumat, 04 Januari 2013

sahabat ku yang paling sinting - part1



kau darimu aku belajar

"belajar menerima semua hal dengan ikhlas

dengan kepala dingin dan hati tenang"


Aku bertemu dengannya pertama kali dengannya pertama kali di kelas c7. Saat itu kita masih sama-sama mahasiswa baru. Namanya Nuri Wardani dia dari Madura. Awalnya aku tak mengenalnya dengan baik, kita hanya sebatas tau nama dan wajah masing masing karena kita memang satu kelas. Karena kebiasaan ku saat dikelas yang selalu duduk dibelakang, dia pun juga selalu duduk dibelakang bersama seorang gadis berjilbab panjang. 

Awal aku mengenalnya, aku merasa temanku yang satu ini benar benar pendiam dan lugu. Entah mengapa dia begitu pendiam, apa memang dari sono nya ato karna dia berteman dengan seorang gadis jilbabers yang memang tak pernah teriak teriak dan tertawa seenaknya dikelas seperti ku. Aku sendiri pun tak tahu.

Kebiasaan buruk ku muncul kala teman sebelah ku itu masih saja diam, ku ajak dia ngobrol saat dosen sedang menerangkan didepan kelas, mulanya dia hanya diam kemudian mungkin dia mulai bosan mendengarkan ocehanku saat dosen didepan kelas sedang menjelaskan dia pun ikut bergabung dalam ocehanku yang memang tak penting ha...ha...ha... akhirnya aku bisa membuat satu orang pendiam di dunia ini menunjukkan sisi lainnya yang cerewet.

Sejak saat itu kami pun semakin dekat, tak pernahg diam saat dikelas. Ngobrol terus dengan obrolan yang ga penting tapi membuat kita selalu tertawa terpingkal pingkal seolah tak ada orang lain di sekeliling kita yang mendengarkan. Lama kelamaan sisi lainnya pun kembali terkuak, ternyata teman ku satu ini hobi ngelawak, setiap perkataannya membuatku geli dan tertawa terpingkal pingkal sampai menangis. Sering kali dosen sampai menegur kami karna “heri” alias heboh sendiri dikelas.

Sebelumnya aku tak pernah tahu kalo setiap pulang nuri selalu berjalan kaki sampai depan royal. Sampai beberapa bulan kemudian tak sengaja saat pulang jalan kaki bareng vivi aku bertemu dia eh tak disangka tak dinyana dia naik angkot ditempat yang sama aku naik angkot, alhasil sejak saat itu setiap pulang kuliah kita selalu jalan bareng sampe royal. Kita pun semakin dekat, dan semakin cocok.

Jumat, 28 Desember 2012

menangis..... ingin q menangis berteriak sekencang kencangnya. Tak mampu lagi hati ini rasanya membendung segala asa.

Selasa, 04 Desember 2012



TAK BERJUDUL

detak jam dinding semakin kencang sekencang tangis q saat ini... memory masa lalu tiba tiba terputar kembali...saat q masih belum berfikir jernih, hanya mengandalkan ego, emosi, dan ketergantungan padamu... kini q baru bisa merasakaan semua hal yang dialami sahabat q...yang telah menempa mereka dari seorang gadis manja menjadi seorang dewasa dengan pemikiran matang... 


hanya dalam waktu satu bulan kehidupan ini serasa berbalik 180 derajat...tak hanya kehidupanq jiwa q pun telah bermetamorfosis berusaha terus bertahandengan berbagai masalah yang menerpa silih berganti... yang menempa q menjadi wanita yang kuat dan tegar....

walaupun kadang terasa berat ingin rasanya berlari, melarikan diri sejauh mungkin dari sini agar q bisa menganggap semua ini hanya mimpi buruk dan saat q terbangun akan kembali kekehidupanq dulu yang tenang dan tentram...

namun semua itu hanya khayalan.... ini semua memang nyata bukan mimpi....dan jika q tetap menganggap semua ini hanya mimpi buruk  dan terus menerus berniat untuk berlari dari kehidupan ini kehancuran telah siap menertawakan q....