kau darimu aku belajar
"belajar menerima semua hal dengan ikhlas
dengan kepala dingin dan hati tenang"
Aku bertemu dengannya pertama kali dengannya pertama kali di kelas c7. Saat itu kita masih sama-sama mahasiswa baru. Namanya Nuri Wardani dia dari Madura. Awalnya aku tak mengenalnya dengan baik, kita hanya sebatas tau nama dan wajah masing masing karena kita memang satu kelas. Karena kebiasaan ku saat dikelas yang selalu duduk dibelakang, dia pun juga selalu duduk dibelakang bersama seorang gadis berjilbab panjang.
"belajar menerima semua hal dengan ikhlas
dengan kepala dingin dan hati tenang"
Aku bertemu dengannya pertama kali dengannya pertama kali di kelas c7. Saat itu kita masih sama-sama mahasiswa baru. Namanya Nuri Wardani dia dari Madura. Awalnya aku tak mengenalnya dengan baik, kita hanya sebatas tau nama dan wajah masing masing karena kita memang satu kelas. Karena kebiasaan ku saat dikelas yang selalu duduk dibelakang, dia pun juga selalu duduk dibelakang bersama seorang gadis berjilbab panjang.
Awal aku
mengenalnya, aku merasa temanku yang satu ini benar benar pendiam dan lugu.
Entah mengapa dia begitu pendiam, apa memang dari sono nya ato karna dia
berteman dengan seorang gadis jilbabers yang memang tak pernah teriak teriak
dan tertawa seenaknya dikelas seperti ku. Aku sendiri pun tak tahu.
Kebiasaan
buruk ku muncul kala teman sebelah ku itu masih saja diam, ku ajak dia ngobrol
saat dosen sedang menerangkan didepan kelas, mulanya dia hanya diam kemudian
mungkin dia mulai bosan mendengarkan ocehanku saat dosen didepan kelas sedang
menjelaskan dia pun ikut bergabung dalam ocehanku yang memang tak penting
ha...ha...ha... akhirnya aku bisa membuat satu orang pendiam di dunia ini
menunjukkan sisi lainnya yang cerewet.
Sejak
saat itu kami pun semakin dekat, tak pernahg diam saat dikelas. Ngobrol terus
dengan obrolan yang ga penting tapi membuat kita selalu tertawa terpingkal
pingkal seolah tak ada orang lain di sekeliling kita yang mendengarkan. Lama
kelamaan sisi lainnya pun kembali terkuak, ternyata teman ku satu ini hobi
ngelawak, setiap perkataannya membuatku geli dan tertawa terpingkal pingkal
sampai menangis. Sering kali dosen sampai menegur kami karna “heri” alias heboh
sendiri dikelas.
Sebelumnya
aku tak pernah tahu kalo setiap pulang nuri selalu berjalan kaki sampai depan
royal. Sampai beberapa bulan kemudian tak sengaja saat pulang jalan kaki bareng
vivi aku bertemu dia eh tak disangka tak dinyana dia naik angkot ditempat yang
sama aku naik angkot, alhasil sejak saat itu setiap pulang kuliah kita selalu
jalan bareng sampe royal. Kita pun semakin dekat, dan semakin cocok.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar